Sunday, February 12, 2017

Telepon Angin, Bisikan Untuk Keluarga yang Sudah Meninggal

Tags

Disebut sebagai "telepon angin", telepon ini memperbolehkan orang-orang yang masih dalam keadaan berduka untuk meninggalkan pesan untuk kerabatnya yang meninggal di tahun 2011 karena gempa bumi. Di tahun 2011, ada gempa berkekuatan 9,0 Skala Richter yang menyerang bagian utara Jepang dan menimbulkan tsunami. Bersamaan dengan dua bencana alam tersebut, menghancurkan sebagian negara Jepang dengan kerusakan diperkirakan lebih dari 300 miliyar USD dan mengakibatkan hilangnya nyawa penduduk lebih dari 15.000. Beberapa yang selamat masih berduka akan kehilangan orang yang dicintainya.

Telepon Angin di Jepang
NHK/Youtube
Terletak di atas bukit berumput yang menghandap Samudera Pasifik, ada sebuah telepon umum di Otsuchi, Jepang yang memungkinkan orang untuk menelepon saudaranya/kerabat yang sudah meninggal. Disebut sebagai "telepon dari angin", telepon yang tidak tersambung langsung ditempatkan di bilik kaca yang memungkinkan penelepon untuk mengirim pesan secara verbal ke orang-orang yang sudah meninggal, dimana angin yang akan membawa pesan tersebut pergi.

Telepon untuk Orang yang Sudah Meninggal
Wikimedia Commons
Penduduk Otsuchi, Itaru Sasaki adalah sosok dibalik terciptanya telepon umum ini. Sasaki kehilangan sepupunya di tahun 2010, satu tahun sebelum tsunami melanda kota kecilnya. Pada awalnya, hanya Sasaki yang menggunakan telepon, sebagai usaha untuk tetap berkomunikasi dengan sepupunya di masa dukanya.

"Karena apa yang ada di pikiran saya tidak dapat disampaikan melalui saluran telepon biasa," kata Sasaki, pada episode American Life. "Saya ingin pesan saya dibawa oleh angin -(supaya tersampaikan)." Setelah gempa bumi dan tsunami di tahun 2011, dimana merenggut nyawa lebih dari 800 penduduk Otsuchi, telepon umum ini menjadi terkenal dan populer untuk penduduknya serta para wisatawan yang datang dari jauh, semenjak itu telah ada lebih dari 10.000 pengunjung yang datang (selama hampir 6 tahun).

Telepon untuk Orang yang Sudah Meninggal
NHK/Youtube
Dari liputan salah satu televisi di Jepang, yaitu NHK, beberapa orang berbicara di telepon ini untuk mencari jawaban, beberapa mengekspresikan rasa rindunya. Bberapa orang menelepon hanya untuk memastikan bahwa orang yang disayanginya dalam keadaan baik-baik saja. Seorang nenek juga pernah membawa cucunya ke telepon umum ini untuk menyampaikan rasa salam dan rindu kepada sang kakeknya, lalu ada juga satu grup pertemanan yang datang untuk mendukung satu sama lain.

"Saya memang tidak dapat mendengarnya, hanya saya yang berbicara, namun dia mendengarkan saya, jadi saya bisa melanjutkan hidup," kata salah satu penduduk Otsuchi yang menggunakan telepon umum ini kepada anaknya yang telah tiada. Siapapun yang menderita karena kehilangan orang yang disayanginya berhubungan dengan adanya rasa ingin berbicara kepada orang yang telah tiada tersebut. Keingin yang sederhana, hanya ingin berbicara kepada mereka yang telah meninggal. Sementara telepon dari angin tidak memungkinkan untuk menerima percakapan dua arah, adanya rasa keterhubungan saja sudah cukup bagi banyak orang untuk merasakan ketenangan akan kehilangan orang yang mereka sayangi, sebagai tambahan, ini akan memberikan jiwa yang tegar serta sehat karena rasa dukanya dapat tersampaikan melalui telepon. Walaupun sulit, namun sebuah harapan dapat membuat orang hidup dengan layak.


Artikel Terkait